BANYUWANGI – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Banyuwangi menggelar kegiatan pembinaan bagi kepala sekolah, kepala madrasah, dan guru di bawah naungan LP Ma’arif NU Kecamatan Muncar, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MWC NU Muncar tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah kebijakan pendidikan Ma’arif NU dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Pembinaan ini menghadirkan unsur pimpinan Nahdlatul Ulama dari berbagai tingkatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriah dan Tanfidziyah MWC NU Muncar, jajaran lembaga dan badan otonom (Banom) tingkat kecamatan, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah ranting NU beserta lembaga dan Banom se-Kecamatan Muncar, serta kepala sekolah, kepala madrasah, dan guru dari berbagai satuan pendidikan LP Ma’arif NU.
Baca Juga : Melalui Lailatul Ijtima', LP Ma'arif NU Konsolidasikan Dukungan untuk Sekolah dan Madrasah NU
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara struktur organisasi NU dan lembaga pendidikan Ma’arif, sekaligus menyamakan langkah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kaderisasi, serta memperluas dampak Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Sekretaris LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Abdur Rohim, M.Pd., menyampaikan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi perhatian bersama seluruh keluarga besar LP Ma’arif NU. Salah satunya adalah kebijakan penyamaan seragam guru LP Ma’arif NU yang akan diberlakukan berdasarkan ketentuan dari PWNU Jawa Timur.
Menurutnya, keseragaman identitas guru menjadi bagian dari penguatan citra dan kebersamaan lembaga pendidikan Ma’arif NU di berbagai daerah.
Selain itu, Abdur Rohim menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara pengurus NU, warga nahdliyin, dan para guru melalui proses konsolidasi yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa kekuatan pendidikan Ma’arif tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh kuatnya hubungan organisasi yang menopang seluruh aktivitas pendidikan.
“MWC NU harus terus melaksanakan sekrupisasi antara pengurus, warga, dan guru di lingkungan LP Ma’arif. Hubungan yang kuat ini menjadi modal penting dalam membangun pendidikan NU yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kaderisasi badan otonom harus terus diperkuat melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan struktur organisasi NU. Kaderisasi tersebut mencakup organisasi pelajar, kepemudaan, hingga badan semi-militer NU yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan Nahdlatul Ulama.
“Kaderisasi Banom di tingkat MWC harus terus berjalan, mulai dari IPNU, IPPNU, Ansor, Banser, dan unsur lainnya agar estafet perjuangan organisasi tetap terjaga,” katanya.
Lebih lanjut, Abdur Rohim mengajak seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat. Menurutnya, lembaga pendidikan dari jenjang PAUD, MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK harus menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Antarlembaga pendidikan harus terus menyambung silaturahmi dan saling mendukung sepenuhnya. Kemajuan satu lembaga harus menjadi kebahagiaan dan kekuatan bagi lembaga yang lain,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Pd., M.Ag., dalam arahannya menekankan bahwa seluruh lembaga pendidikan LP Ma’arif NU harus memiliki semangat kompetitif untuk menjawab tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, lembaga pendidikan Ma’arif tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu berkembang, maju, dan menunjukkan prestasi yang membanggakan.
“Lembaga pendidikan LP Ma’arif NU harus kompetitif, harus maju, dan harus banyak prestasi,” tegas Saeroji di hadapan peserta pembinaan.
Ia menjelaskan bahwa prestasi menjadi salah satu indikator penting yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan madrasah. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan perlu terus melakukan pembenahan dan penguatan mutu secara berkelanjutan.
Selain membahas peningkatan mutu pendidikan, Saeroji juga menegaskan komitmen LP Ma’arif NU Banyuwangi untuk mengawal nasib guru-guru yang mengabdikan diri di lingkungan Ma’arif. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah percepatan sertifikasi bagi guru yang hingga saat ini belum memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
“PC LP Ma’arif siap mengawal nasib guru-guru LP Ma’arif NU. Guru yang belum sertifikasi harus menjadi prioritas dengan memanfaatkan seluruh jaringan yang ada secara profesional dan proporsional,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Saeroji mengingatkan bahwa inovasi merupakan kebutuhan mendasar bagi kepala sekolah dan kepala madrasah. Kemampuan berinovasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing lembaga pendidikan sekaligus menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mendorong seluruh pimpinan lembaga untuk terus memperkuat promosi dan publikasi sekolah maupun madrasah masing-masing. Upaya tersebut diperlukan agar keberadaan lembaga pendidikan Ma’arif semakin dikenal dan mendapat tempat di hati masyarakat.
“Terus promosikan eksistensi lembaga pendidikan masing-masing agar selalu masuk di hati masyarakat,” pesannya.
Pada bagian akhir arahannya, Saeroji mengajak seluruh peserta untuk terus membumikan Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) sebagai gerakan bersama warga Nahdlatul Ulama dalam memperkuat pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Aswaja dan tradisi ke-NU-an.
Ajakan tersebut disambut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif sekaligus menjaga kesinambungan kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama melalui jalur pendidikan formal.
Melalui kegiatan pembinaan ini, LP Ma’arif NU Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang unggul, memperkuat solidaritas antarlembaga, meningkatkan kualitas guru, serta memperluas gerakan pendidikan NU hingga tingkat akar rumput. Sinergi antara organisasi, sekolah, madrasah, guru, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan lembaga pendidikan Ma’arif yang semakin maju, berprestasi, dan dipercaya masyarakat.
